Pemindahan Ibu Kota Dianggap Keputusan Ideal pada Masa Presiden Jokowi, Alasannya Demi Masa Depan

Kamis, 2 Mei 2019 13:40

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Pengamat Politik dan Ketatanegaraan dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, Agus Riewanto menganggap rencana pemindahan Ibu Kota ke luar Jawa yang diputuskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai keputusan ideal untuk masa depan.

“Karena idealnya di masa depan ada dua jenis kota di Indonesia,” ungkapnya kepada TribunSolo.com, Kamis (2/5/2019).

Agus mengungkapkan, penduduk di DKI Jakarta telah padat dan ditambah daya dukung lingkungan serta sosial tidak lagi memadai akibatnya kemacetan lalu lintas.

“Belum lagi kan keruwetan dalam pengaturan administrasi di luar kewajaran,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pada masa depan adanya dua kota itu akan menjadi pusat Ibu kota negara yang merupakan epicentrum urusan birokrasi serta kepemerintshan.

“Kemudian Indonesia butuh kota yang menjadi pusat ekonomi dan perdagangan,” tuturnya.

“Kota itu merupakan epicentrum bidang bisnis dan semua aspek perekonomian,” kata dia membeberkan.

Untuk itu dia menambahkan, pemisahan dua jenis kota ini akan tercapai jika Ibu Kota negara DKI Jakarta dipindah ke luar Jawa.

“Kan ideal, jadi DKI Jakarta dapat dijadikan sebagai kota pusat ekonomi, bisnis dan perdangangan,” terang dia.

“Ya jadi ideal, termasuk dari sisi politik dan pemerintahan itu,” akunya menegaskan.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memutuskan memindahkan Ibu Kota ke luar pulau Jawa.

Hal itu diputuskan Jokowi dalam rapat terbatas terkait pemindahan Ibu Kota di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/4/2019).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, awalnya dalam rapat itu ada tiga alternatif yang ditawarkan ke Jokowi.

Yakni Ibu Kota tetap di Jakarta tetapi di sekitar istana dan Monas dibuat untuk kantor-kantor pemerintahan, kementerian, dan lembaga.

Kemudian pusat pemerintahan pindah ke luar, tetapi dalam radius sekitar 50-70 km dari Jakarta dan Ibu Kota ke luar pulau Jawa, khususnya mengarah ke kawasan timur. (*) 

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Pemindahan Ibu Kota Dianggap Keputusan Ideal pada Masa Presiden Jokowi, Alasannya Demi Masa Depan, https://solo.tribunnews.com/2019/05/02/pemindahan-ibu-kota-dianggap-keputusan-ideal-pada-masa-presiden-jokowi-alasannya-demi-masa-depan?page=2.
Penulis: Asep Abdullah Rowi
Editor: Fachri Sakti Nugroho

About admin

Check Also

Pembuatan Draf Omnibus Law Harus Terbuka dan Libatkan Publik

PAKAR hukum tata negara Universitas Sebelas Maret (UNS), Agus Riewanto, mengatakan, masalah utama terkait omnibus …

Ketentuan PPKM Solo Diubah, Pakar UNS: Walkot Tak Kuat Mengkaji Aturan

Bayu Ardi Isnanto – detikNews – Selasa, 12 Jan 2021 16:09 WIB Mural bertema waspada …

Tantangan Gibran di Tahun Pertama Jalankan Roda Pemerintahan di Solo

Calon Wali Kota Solo dari Partai PDI Perjuangan Gibran Rakabuming Raka menggelar jumpa pers terkait …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *