Tanpa ‘Duo F’ Fahri Hamzah dan Fadli Zon, Senayan DPR RI Bakal ‘Sunyi’ hingga Lima Tahun Mendatang?

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Dua anggota DPR RI yang selama ini cukup vokal dan sering menuai kontroversi sehingga menyita perhatian publik yakni Fahri Hamzah dan Fadli Zon tidak lagi duduk dalam pimpinan DPR RI.

Diprediksi, bakal terjadi perubahan dan dinamika di dalam tubuh DPR selama lima tahun mendatang.

Menurut Pengamat Politik dan Tata Negara dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, Agus Riewanto, tidak adanya duo F yakni Fahri dari PKS dan Fadli Zon dari Partai Gerindra dalam pimpinan DPR RI periode 2019-2024, maka diprediksi membuat Senayan sunyi.

“Jadi DPR akan lebih sunyi dalam perdebatan dan perang wacana publik,” ungkapnya kepada TribunSolo.com, Minggu (6/10/2019).

Menurut Dosen Fakultas Hukum (FH) itu, pimpinan DPR saat ini relatif lebih anteng dan tidak suka berwacana publik. 

“Walaupun hadirnya Fahri Hamzah, dan Fadli Zon dulu yang suka berwacana juga tidak banyak mempengaruhi kinerja DPR (menjadi) lebih baik,” terang Agus.

“Nyatanya, fungsi legislasi DPR lemah saat ada mereka dan lebih garang pada fungsi pengawasan pada pemerintah, walaupun tak cukup pengaruhnya pada kebijakan publik,” aku dia membeberkan.

Hanya saja lanjut dia, komposisi pimpinan DPR saat ini mungkin lebih baik dalam kinerja legislasi dan anggaran. 

“Itu karena salah satu Wakil DPR dari Partai Golkar, Aziz Syamsudin berlatar belakang hukum, dan Wakil DPR dari Partai Nasdem, Rahmat Gobel berlatar belakang pengusaha,” tutur Agus.

Dikatakan, pimpinan DPR saat ini dimungkinkan akan lebih akomodatif bila melihat konstelasi politik yang terjadi. 

“Berbeda dengan 5 tahun lalu, dimana kini posisi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah menjabat 2 periode tentu ingin lebih slow dan adem tanpa banyak kritik keras dari DPR yang mengganggu kenyamannya 5 tahun ke depan,” ungkap dia.

“Maka, boleh jadi komposisi pimpinan DPR saat ini merupakan politik kompromi yang relatif sama-sama memberi insentif antara Jokowi dan DPR,” paparnya menekankan.

Dia menambahkan, pemerintahan Jokowi relatif nyaman dan tak banyak riak yang ‘menganggu’ seperti saat adanya duo F tersebut.

“Maka dengan komposisi saat ini, dengan penguatan agenda politik kompromisitis dan akomodatif ini pemerintah berjalan efektif,” aku dia.

“Dalam arti program kerja pemerintah mudah mendapat dukungan dari DPR,” tuturnya.

“Apalagi Ketua DPR Puan Maharani adalah kader PDIP sama dengan parpol yang mengusung Jokowi, jadi kian nyaman,” jelas dia. (*)

https://solo.tribunnews.com/2019/10/06/tanpa-duo-f-fahri-hamzah-dan-fadli-zon-senayan-dpr-ri-bakal-sunyi-hingga-lima-tahun-mendatang.

About admin

Check Also

Kehadiran Menteri di MK memberi transparansi-akuntabilitas bansos

Selasa 9 April 2024. 2:44 WIB Dosen Hukum Tata Negara Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta …

Pakar: MK harus putuskan sengketa pemilu sesuai prinsip keadilan

Senin, 8 April 2024 20:06 WIB Dosen hukum tata negara Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta …

Pengamat apresiasi MK hadirkan empat menteri dalam sidang PHPU

Sabtu, 6 April 2024 12:50 WIB Dosen Hukum Tata Negara Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *