Stafsus Milenial Andi Taufan Mundur, Pengamat: Bukan Berarti Permasalahan Selesai

Jumat, 24 April 2020 15:56 WIB


TRIBUNNEWS.COM – Mundurnya Andi Taufan Garuda Putra dari jabatan Staf Khusus (Stafsus) Milenial Presiden dinilai merupakan langkah yang positif.

Namun, bukan berarti persoalan Andi Taufan berhenti begitu saja.

Hal tersebut diungkapkan Pengamat Hukum Ketatanegaraan dari Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS), Agus Riewanto


“Apa yang dilakukan itu positif-positif saja, apalagi dalam suasana pekerjaan yang tidak nyaman dengan suasana penuh kritikan atas tindakannya mengirim surat,” ungkap Agus saat dihubungi Tribunnews, Jumat (24/4/2020).

Namun, apa  yang dilakukan Andi Taufan disebut Agus tidak hanya berhenti sampai di sini.

“Mengundurkan diri bukan berarti selesai permasalahan,” ungkap Agus.

Agus menyebut masih ada tanggung jawab moral yang perlu diselesaikan.

“Apa lagi jika berkenaan dengan aspek hukum,” ujarnya.

Meski surat yang menimbulkan polemik sudah Andi cabut, Agus menyebut hal tersebut perlu dicek.

“Perlu dicek sudah berhenti atau belum, dialihkan ke perusahaan lain atau seperti apa, mesti dicek,” ujarnya.

Jika dijumpai tindakan melawan hukum, Agus menyebut aparat bisa menindak.

“Publik juga bisa mengontrol,” ujar Agus.

Lebih lanjut Agus juga mengungkapkan apa yang terjadi pada Andi Taufan dapat menjadi pelajaran bagi Stafsus Presiden dalam melakukan manuver.

“Terutama manuver politik dan bisnis,” ungkap Agus.

Menurut Agus, hampir semua stafsus bagian dari dua kekuatan, yakni kekuatan bisnis dan politik.

“Rata-rata mereka memiliki jabatan di perusahaan dan berada di lingkungan politik,” ungkapnya.

Menurut Agus, posisi strategis stafsus menjadi batu loncatan untuk mendapatkan keuntungan dalam dua aspek, yaitu popularitas dan bisnis.

Maka dari itu Agus menilai jika dijumpai kesalahan, stafsus lebih baik mengundurkan diri.

“Kalau ada perilaku yang tidak nyaman sebaiknya mengundurkan diri, masa depannya masih panjang,” ungkapnya.

Mundur Melalui Surat Terbuka

Sebelumnya, pengunduran diri Andi Taufan dari jajaran stafsus milenial diumumkan dalam sebuah surat terbuka yang ditandatanganinya pada Jumat (24/4/2020).

Dilansir Kompas.com, surat pengunduran diri tersebut telah dikonfirmasi dan dibenarkan oleh Andi Taufan.

“Perkenankan saya untuk menyampaikan informasi pengunduran diri saya sebagai Staf Khusus Presiden Republik Indonesia yang telah saya ajukan melalui surat pada 17 April 2020 dan kemudian disetujui oleh Bapak Presiden,” tulis Andi dalam surat tersebut.

Pengunduran diri Andi Taufan dibuat semata-mata dilandasi keinginan yang tulus untuk dapat mengabdi secara penuh pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Terutama bagi usaha mikro dan kecil.

Andi Taufan mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Presiden atas kepercayaan, pelajaran, dan nilai-nilai yang diberikan.

“Dalam kurun waktu tersebut, saya menyaksikan sendiri bagaimana beliau adalah sosok pemimpin teladan yang bekerja keras dengan tulus dan penuh dedikasi demi kebaikan seluruh masyarakat dan masa depan Indonesia,” kata Andi.

Andi Taufan juga mengaku tak luput dari berbagai kekurangan.

“Untuk itu, saya sekali lagi mohon maaf dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi lebih baik,” kata dia.

Diketahui Andi Taufan tersandung polemik terkait konflik kepentingan.

Hal itu setelah ia menyurati camat dengan menitipkan perusahaannya PT Amarta Fintech dalam penanggulangan virus corona (Covid-19).

Selain itu, surat yang ditandatangani Andi Taufan dinilai malaadministrasi karena menggunakan kop Sekretariat Kabinet.

Bocornya surat tersebut ke publik membuat Andi Taufan meminta maaf.

Ia mengaku telah menarik surat yang dimaksud.

Sebelum Andi Taufan, CEO Ruangguru Adamas Belva Delvara juga mundur dari posisi Staf Khusus Presiden.

Keputusan itu diambil usai penunjukan Ruangguru sebagai mitra program Kartu Prakerja menuai polemik.

Sebab, Belva dinilai sarat konflik kepentingan dengan posisinya saat itu sebagai Stafsus Presiden.

(Tribunnews.com/Wahyu Gilang P) (Kompas.com/Ihsanuddin)

https://www.tribunnews.com/nasional/2020/04/24/stafsus-milenial-andi-taufan-mundur-pengamat-bukan-berarti-permasalahan-selesai?page=4.

About admin

Check Also

Pembuatan Draf Omnibus Law Harus Terbuka dan Libatkan Publik

PAKAR hukum tata negara Universitas Sebelas Maret (UNS), Agus Riewanto, mengatakan, masalah utama terkait omnibus …

Ketentuan PPKM Solo Diubah, Pakar UNS: Walkot Tak Kuat Mengkaji Aturan

Bayu Ardi Isnanto – detikNews – Selasa, 12 Jan 2021 16:09 WIB Mural bertema waspada …

Tantangan Gibran di Tahun Pertama Jalankan Roda Pemerintahan di Solo

Calon Wali Kota Solo dari Partai PDI Perjuangan Gibran Rakabuming Raka menggelar jumpa pers terkait …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *