Deklarasi KAMI Juga Menyasar di Kampung Halaman Jokowi di Solo, Pengamat UNS : Mereka Punya Agenda

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) sudah dideklarasikan di sejumlah daerah, tak terkecuali di kampung halaman Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kota Solo dinilai memiliki agenda tersendiri.

Pengamat Politik dan Hukum Tata Negara Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Agus Riewanto menilai kehadiran gerakan itu sebagai perwujudan kebebasan berekspresi, berpendapat, dan berorganisasi yang dilindungi konstitusi.

Itu termaktub dalam Pasal 28 E UUD 1945 Ayat (3) yang berbunyi ‘setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

“Dalam demokrasi itu wajar, tidak ada yang luar biasa karena kebebasan berekspresi, berpendapat, dan berorganisasi itu hak setiap warga negara yang dilindungi konstitusi,” urai Agus kepada TribunSolo.com, Kamis (20/8/2020).

Namun bila dilihat dari tokoh-tokoh yang terlibat, lanjut Agus, mereka memiliki karakteristik tersendiri.

Tokoh-tokoh yang tergabung di KAMI memiliki beragam latar belakang, sebut saja tokoh agama, politik, ekonomi, dan hukum tata negara.

Di antaranya, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Menurut Agus, KAMI diisi oleh orang-orang yang ‘agak kecewa’ dengan kebijakan-kebijakan pemerintahan Jokowi.

Itu dapat dilihat dalam isi pidato deklarasi yang dibacakan para deklarator KAMI.

“Deklarator deklarasi itu orang yang memang memiliki kekecewaan terhadap kinerja Jokowi,” terang dia.

“Oleh karena itu kritik yang disampaikan, itu sesuatu yang wajar dalam negara demokrasi, itu bagian check and balance,” tambahnya.

Namun Agus menilai orang-orang yang ada dalam KAMI memiliki agendanya masing-masing.

“Mereka ada tiga tipe, orang yang ada di luar Jokowi, orang tadinya bersama kemudian tidak bersama Jokowi, dan orang yang ingin dekat Jokowi,” tutur dia.

“Dengan kritik ini ada perhatian untuk mendapatkan privilege ekonomi dan politik.”

“Mereka punya agenda masing-masing,” terang dia.

Agus menilai apabila kritik yang disampaikan itu memiliki ‘buah’ lain, itu akan menjadi masalah.

“Misalnya, menjadi gerakan anarki, memaksakan kehendak, merasa paling benar, dan menimbulkan instabilitas politik nasional, maka itu menjadi masalah,” jelasnya.

Tendensi politik, lanjut Agus, juga sudah tercium dalam KAMI meski arahnya belum bisa ditentukan, termasuk ke Pilpres 2024.

“Menurut saya terlalu jauh, toh Pemilu masih lama, masih 2024, meski ada kepentingan, cuma kalau jangka panjang mungkin ke sana, tapi itu terlalu jauh,” ujar dia.

“Jangka pendeknya, ingin melakukan kritik terhadap pemerintahan Jokowi, jadi ada aspek-aspek kurang tepat yang ingin diluruskan,” imbuhnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Deklarasi KAMI Juga Menyasar di Kampung Halaman Jokowi di Solo, Pengamat UNS : Mereka Punya Agenda, https://solo.tribunnews.com/2020/08/20/deklarasi-kami-juga-menyasar-di-kampung-halaman-jokowi-di-solo-pengamat-uns-mereka-punya-agenda?page=2.
Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Asep Abdullah Rowi

About admin

Check Also

Jadi Calon Wali Kota Solo, Pengamat: Publik Berharap Gibran Tak Manfaatkan Nama Besar Ayahnya

TRIBUNNEWS.COM – Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, menjadi sorotan setelah mendapat rekomendasi untuk bertarung di Pilkada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *