Kampus Benteng Pancasila

Koran SINDO – Senin, 31 Mei 2021 – 05:39 WIB

Oleh

Prof. Dr. Jamal Wiwoho
Rektor Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta

Dr. Agus Riewanto
Pengajar Ilmu Hukum Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta

Peringatan hari Kelahiran Pancasila tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya karena dilaksanakan di era Pandemi Covid-19 dan pada saat bersamaan bangsa kita masih menghadapi tantangan yang serius, yakni melemahkanya penghayatan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila terutama di kalangan generasi milineal dalam hidup berbangsa dan bernegara. Perguruan tinggi sebagai entitas masyarakat akademik yang bersemayam di dalamnya kaum cerdik-cendikia dituntut untuk berperan aktif dalam mengamalkan dan melestarikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan civitas akademika. Sekaligus menjadi teladan bagi upaya menghidupkan Pancasila yang dimulai dari kampus.

Gagasan Kampus Benteng Pancasila

Tak pelak lagi, seharusnya kampus menjadi benteng Pancasila karena kampus sebagai kawah candradimuka bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya dan agama menimba ilmu dan mengasah kepekaan sosial dan pikiran kritis yang diharapkan dapat menghasilkan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemajuan bangsa.
Gagasan menjadikan kampus sebagai benteng Pancasila ini amat relevan saat ini, karena nilai-nilai Pancasila yang bersifat filosofis ini merupakan ideologi terbuka yang dapat diuji secara ilmiah dan praktis melalui dunia pendidikan tinggi. Maka salah tujuan penting dari upaya menempatkan kampus sebagai benteng Pancasila ini adalah upaya sistemik dan akademik dalam rangka untuk membentengi generasi milineal dari paham radikalisme dan inteloren. Melalui pintu pengembangan ilmu pengetahuan berbasis riset dan publikasi, pengamalan dalam kehidupan sosial dan berbuah perilaku yang berintegritas.
Itulah sebabnya gagasan kampus benteng Pancasila dapat dilakukan dengan menetapkan standarisasi minimal dalam aktualisasi dan pengamalan praktis di kampus. Setidaknya standar minimal kampus benteng Pancasila memiliki kualifikasi dan kriteria minimal agar kampus semua sivitas akademika dapat mewujudkan kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi berupa pembelajaran yang inovatif, penelitian yang produktif dan pembumian tenaga dan pikiran dalam pengabdian pada masyarakat, dan tak kalah pentingnya administrasi kampus yang religius, manusiawi, bersatu, demokratis dan adil.

Blue Print Kampus Pancasila

Standar minimal ini penting dilakukan untuk mewujudkan kehidupan kampus yang harmonis, toleransi dan saling menghargai setiap perbedaan yang ada. Implementasi Kampus benteng Pancasila ini perlu diterjemahkan dalam cetak biru (blue print) kebijakan di kampus mulai dari bidang akademik, bidang tata kelola, dan bidang sosial.
Dalam bidang ademik dalam konteks kampus benteng Pancasila, misalnya antara lain perlunya pendirian Pusat-Pusat Studi Pancasila yang tujuannya agar Pancasila sebagai nilai filosofis dan ideologi terbuka dapat dikaji dalam berbagai perspektif, baik teori sosial, sejarah, politik dan hukum dan mampu untuk diperhadapkan dengan ideologi-ideologi dunia lainnya, sehingga Pancasila kelak mampu diterjemahkan dalam ideologi kerja praksis bagi generasi milineal sesuai tantangan zamannya. Kajian tentang Pancasila perlu berbasis riset di kampus dengan melibat berbagai disiplin keilmuan dengan publikasi hasil kajian secara daring baik berupa jurnal, poster, liflet, hingga buku secara berkala agar mahasiswa terbiasa menjadikan Pancasila sebagai objek wacana akademik yang dinamis.
Demikian pula dalam konteks pengajaran perlu dikembangkan model-model pembelajaran dan kurikulum Pancasila yang inovatif dengan memanfaat teknologi informasi berbasis genre budaya popular dan yang “gaul” agar mahasiswa tak mengalami kebosanan akut dalam pembelajaran Pancasila dan mampu memahami Pancasila secara alamih.
Lebih baik lagi, jika model pembelajaran Pancasila selalu dikaitkan dengan konteks pengamalan praktis dalam kehidupan sehari-hari dan mahasiswa sebagai subjek dalam pembelajaran sehingga mampu mengasah pikiran kritis dan tenaganya untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial, budaya, ekonomi, politik dan hukum menurut pandangan mereka berbasis asas pengetahuan dan nalar Pancasila.

Tata Kelola Kampus Pancasila

Dalam bidang tata kelola kampus berbasis benteng Pancasila maka perlu didorong lahirnya kepemimpinan kampus yang demokratis, akuntabel dan berintegritas. Karena dalam mewujudkan atmosfir Pancasila dalam setiap denyut nadi kegiatan kampus, sudah barangpasti kepemipinan kampus mulai Rektor hingga Kaprodi sangat menentukan maju mundurnya kampus dalam kompetisi global.
Saat ini kebutuhan kampus memang diharapkan berprestasi dan bereputasi internasional dengan karya-karya akademik yang dipublikasikan secara global berbasis pengindeks bereputasi internasional, terakreditas unggul, terakreditasi dari lembaga-lembaga akreditasi internasional, sehingga kampus-kampus Indonesia dapat masuk rumpun kampus bergengsi di dunia, namun di balik target-target internasionalisasi tersebut, agar tidak lupa membumikan prinsip-prinsip pencapainnya berbasis nilai-nilai filosofis Pancasila.
Dapat dimulai dengan suksesi kepepimpinan kampus mulai pejabat kampus pemilihan Rektor, Dekan hingga Kaprodi berdasar musyawarah-mufakat, sehingga kampus terhindar dari intrik-intrik politik tak sehat dalam persaingan meraih jabatan-jabatan politik strategis di kampus. Kemudian dalam merencanakan program, target, pencapaian dan kinerja kampus perlu melibatkan semau penghuni rumah besar kampus dengan prinsip musyarawah, bergotong royong dan berdikari sebagai manifestasi nilai-nilai luhur Pancasila.

Kampus Merakyat

Selain itu perlu menumbuhkan spirit, bahwa kampus sebagai pusat perubahan dan kampus yang merakyat, sehingga kampus mampu berpihak dan melayani kepada mahasiswa tanpa diskriminasi: kaya maupun miskin, sebagai manifestasi prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia agar dapat memperoleh akses pengajaran dan pendidikan yang layak dan berkualitas. Karena dalam prinsip hak asasi manusia (HAM) hanya dengan mendapatkan pendidikan yang layak-lah setiap warga negara akan dapat memperoleh penghidupan yang layak dan mampu mewujudkan hak sosial, politik dan ekonomi.
Oleh karena itu, pelaksanaan gagagan kampus benteng Pancasila tidak mungkin terwujud tanpa lingkungan belajar di kampus yang efektif dan saling mendukung serta bergotong royong dalam mewujudkannya mulai dari pimpinan perguraun tinggi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, pengguna dan pemerintah.@admin

https://nasional.sindonews.com/read/441920/18/kampus-benteng-pancasila-1622412304/7

About admin

Check Also

Is postponing the elections legitimate and constitutional?

A number of political party leaders have proposed the postponement of the 2024 elections for …

Is delaying the elections legitimate and constitutional?

One man one vote: A voter casts his ballot in a polling station in Banjar …

Hukum Penundaan PEMILU

Leave a Reply

Your email address will not be published.