Pilih Pilgub Jateng atau Jakarta? Gibran: Saya di Solo saja Rampungke Gawean

9 January 2022 19:07 PM

Gibran Rakabuming Raka merajai elektabilitas survei pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Tengah versi Charta Politika Indonesia. (RADAR SOLO PHOTO)

SOLO– Belum genap setahun dilantik sebagai wali kota Surakarta, nama Gibran Rakabuming Raka merajai elektabilitas survei pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Tengah versi Charta Politika Indonesia. Menanggapi hal tersebut, suami Selvi Ananda itu menjawab secara diplomatis.

Aku kui ora tau nonton-nonton survei ngono kui, nomer piro tho? Wis mikir gawean sek mbak, mas (Saya tidak pernah melihat survei seperti itu, peringkat berapa? Sudah memikirkan pekerjaan saja mbak, mas),” ujarnya ditemui saat berkunjung ke Convention Hall Terminal Tirtonadi, Sabtu (8/01).

Gibran menegaskan, dirinya tetap fokus pada tugasnya sebagai wali kota Surakarta. “Tadi baru aja groundbreaking (elevated rail simpang tujuh Joglo) kok sudah mikir cagub (calon gubernur),” katanya.

Menurut putra sulung Presiden Jokowi itu, masih banyak pekerjaan di Kota Solo yang harus diselesaikan. Terutama soal pengendalian pandemi Covid-19. “Mikir Covid-19, pemulihan ekonomi. Saya di Solo ajaRampungke gaweangaweane sih okeh (menyelesaikan pekerjaan, pekerjaannya masih banyak),” ucap dia.

Apakah ketika tugasnya sebagai wali kota Surakarta telah rampung, berminat nyalon gubernur? Gibran menjawab tidak tahu. “Wisrampungke gawean sik, gawean e jik akeh (sudah, menyelesaikan pekerjaan dulu. Pekerjaan masih banyak),” timpalnya.

Diketahui, sebelum mencalonkan diri sebagai wali kota Surakarta lewat PDI Perjuangan, popularitas Gibran juga bertengger di posisi teratas berdasarkan hasil survei Laboratorium Kebijakan Publik (LKP) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta yang dipublikasikan Juli 2019.

Kala itu Gibran memberikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada warga Kota Bengawan yang telah memberikan penilaian positif. Dia pun semakin percaya diri menuju kursi AD 1 setelah mendapatkan rekomendasi dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Akankah survei dari Charta Politika Indonesia itu menjadi penyemangat Gibran berkompetisi pada Pilgub Jateng? Pengamat politik Universitas Sebelas Maret (UNS) Agus Riewanto mengatakan, hasil survei tersebut tidak terlalu mengejutkan.

“Bukan sesuatu yang luar biasa. Karena posisi Gibran yang populer dua tahun terakhir ini, jadi sangat mungkin disurvei kapan pun dan siapa pun yang melakukan, Gibran tetap paling tinggi. Tidak hanya di Jateng, di DKI Jakarta saja bisa paling tinggi. Posisinya sekarang memengaruhi opini publik. Yang mengejutkan itu kalau hasil surveinya rendah,” bebernya.

Agus menilai, survei yang dilakukan Charta Politika Indonesia merupakan penjajakan dan pemanasan jelang Pilkada 2024. Selama dua tahun terakhir, apapun bisa terjadi.

“Survei ini baru sekadar kepopuleran sosok Gibran. Tidak usah survei pun sudah pasti menang. Belum menyentuh pada aspek kerjanya seperti apa? Kinerjanya seperti apa? Kebijakannya seperti apa? Pembangunan Solo seperti apa? Berpolitik itu lebih pada program ya, memberi citra positif pada kinerja Gibran seperti apa?,” urainya.

Mungkinkah nama Gibran tetap moncer mendekati pilkada serentak? Agus mengatakan pasti. Dari prediksinya, Gibran memiliki dua pilihan, yaitu berkompetisi pada Pilgub Jateng atau DKI Jakarta mengikuti jejak sang ayah.

“Dari pengamatan saya, pilih Jakarta, seperti ayahnya. Jawa Tengah memang wilayahnya besar, tapi tidak memiliki episentrum kekuasaan yang kuat,” tandas dia.

Terkait kinerja Gibran selama hampir satu tahun terakhir, Agus menilai belum ada yang menonjol. Gibran dinilai baru menjalankan program APBD wali kota sebelumnya, F.X. Hadi Rudyatmo.

Nah, tahun ini, menjadi upaya bagi Gibran mempertahankan citranya di mata publik berdasarkan RAPBD yang telah disusunnya “Harus menggenjot, harus kerja keras, untuk membuktikan kalau dia tidak sekadar populer secara politik, namun juga populer secara kinerja melalui program. Ini akan memengaruhi survei selanjutnya,” urai Agus.

Diberitakan sebelumnya, merujuk survei Charta Politika Indonesia, elektabilitas Gibran sebesar 34,8 persen. Di bawahnya ada Taj Yasin Maimoen yang saat ini menjabat wagub Jateng dengan 9,3 persen.

Disusul Hendrar Prihadi, Rustriningsih, Achmad Husein, F.X. Hadi Rudyatmo, dan Yulianto masing-masing memilikiki elektabilitas 6,9 persen; 3,8 persen; 3,8 persen; 3,1 persen; dan 1,5 persen.

Ada empat nama dalam survei dengan elektabilitas di bawah 1 persen, yakni Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul, Yoyok Riyo Sudibyo, Sunarna, dan Condro Kirono.

Untuk tingkat popularitas, Gibran mengantongi 52,8 persen, Taj Yasin Maimoen 10 persen dan Hendrar Prihadi 6,5 persen. (atn/wa/dam)

Sumber : https://radarsolo.jawapos.com/daerah/solo/09/01/2022/pilih-pilgub-jateng-atau-jakarta-gibran-saya-di-solo-saja-rampungke-gawean/

About admin

Check Also

Pengamat Sebut Banyaknya Lembaga Penyelesaian Hukum Pemilu Jadi Problem Indonesia di Pemilu 2024

Pengamat Hukum Tata Negara, Agus Riwanto dalam Diskusi Publik Pemilu Serentak 2024 yang ditayangkan di …

Ahli Hukum Ingatkan UU Sumbar Bukan Peluang Bikin Perda Syariah

Agus Riewanto (Foto: dok. Istimewa) Andi Saputra – detikNewsKamis, 14 Jul 2022 09:11 WIB Jakarta …

Prabowo, Anies dan Ganjar Maju Capres, Wapres dari Kelompok Islam

SOLOPOS.COM – Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang juga pengamat politik, …

Leave a Reply

Your email address will not be published.