Oleh Diana Rizky
Selasa, 30 Desember 2025 – 13:09 WIB
Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof. Agus Riwanto menilai tidak ada jaminan apabila pilkada dipilih melalui DPRD, maka akan mengurangi politik uang dan mahalnya biaya politik.
Menurutnya, jika DPRD tidak memiliki integritas yang baik, maka proses pemilihan dapat menjadi tidak transparan dan dapat terjadi praktik politik uang yang hanya dilakukan segelintir anggota DPRD.
“Dalam konteks Indonesia, saya berpendapat bahwa pilkada langsung masih merupakan pilihan yang lebih baik, karena masyarakat memiliki hak untuk memilih langsung pemimpinnya,” kata Agus saat dihubungi Inilah.com di Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Namun, memang kata dia, perlu ada perbaikan dalam sistem pilkada, seperti meningkatkan transparansi, mengurangi biaya kampanye, biaya kampanye dibatasi secara ketat.
Kemudian perlu adanya pengaturan sanksi pelanggaran politik uang dengan sanksi administrasi sebagai calon ketimbang sanksi pidana.
“Lalu penguatan wewenang KPU, Bawaslu dalam penegakan administrasi pemilu dan pengawasan dalam Pilkada. Serta seleksi calon di internal parpol yang demokratis,” tuturnya menerangkan.
Lebih jauh Agus juga menjelaskan mengenai kelebihan dan kekurangan dari pilkada langsung dan melalui DPRD. Menurutnya, pilkada langsung memiliki kelebihan, yakni meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi, masyarakat memiliki hak untuk memilih langsung pemimpinnya, lebih demokratis dan transparan.
Kekurangan pilkada langsung, yaitu biaya politik yang tinggi dapat menjadi beban bagi calon, praktik money politics tinggi, serta kualitas calon dan integritasnya tidak selalu terjamin.
Sedangkan bila pilkada melalui DPRD kelebihannya biaya penyelenggaraan pilkada murah, potensi konflik politik di masyarakat rendah, melokalisasi politik uang, dan calon yang dipilih lebih teruji dan memiliki kualitas yang lebih baik.
“Kekurangannya, partisipasi masyarakat dalam proses pemilihan rendah, DPRD dapat menjadi tidak representatif jika tidak memiliki integritas yang baik, dan proses pemilihan dapat menjadi kurang transparan,” jelasnya.


Comments are closed